Sunday, December 13, 2009
menulis tulisan ringan nan apik
tulisan yang dulu diminta seorang kawan untuk diikutkan lomba di media
hadiahnya ga tanggung-tanggung lho.. tiket PP indonesia-jepang!!
apa enggak menggiurkan itu?
tapiiiiii....
berhubung gw itu mood-mood-an kalo yang namanya urusan tulis menulis
barulah tu tulisan kelar semalem
nunggu wangsit, itulah alesan gw
sekalinya tu wangsit dateng, tak bolehlah daku berkelit lagi
daripada wangsitnya ilang trus gw disumpah2in orang seberang lautan kan repot
biarpun katanya, sumpahan itu ato santet itu suka ga bisa nyebrang lautan
perlu getek kali ya...
anyway busway.. ini bukan masalah santet mensantet
ini adalahg masalah janji dan tanggung jawab
begitu kata terakhir berhasil diketik, fuuuuiiiihh.. leganya bukan main
alhamdulillah.. bisa juga ni tulisan kelar
biarpun ga bagus2 amat sih..
nah, siang ini daku perlihatkan tulisan itu ke sahabat dekat
minta pendapat dia.. ternyata tulisan itu masih formal banget
biarpun dia nilai bagus dan informatif
nah ini dia! penyakit orang yang selalu nulis tulisan ilmiah berpindah jalur
dari yang ilmiah ke tulisan ringan..
pertanyaan gw sekarang, apa sih kuncinya bisa nulis informal dan ringan itu?
bahasanya kah? ato kalimatnya kah?
tuoolonggg... bagi yang punya solusi mohon daku diajari..
Thursday, August 20, 2009
How the world seems to be so different in just two days?
But why things can be so different today? Why the positive aura was no longer around just a second I enter the World Press Photo Exhibition 2008 in Rits Kyoto Peace Museum? In the exhibition, there are numbers of photos from world reknown photographer that has received prizes in different catagories. But the message is the same, "there are more death and suffer in this world than we expect before". There are mostly pictures of wars - Israel-palestine war, afghan war, sudan war, iraqi war- you name it! Not to mention local conflict in zimbabwe, kenya, and sooo many more that my brain decided not to register them for longer than 5 seconds. The more I see them, the more I realize that most pictures have people in it. Dead, wounded, run, frighted, scary people. People who seems to have no hope to life. There are also pictures about people who fight for their life in no-hope condition. But there are also pictures of the David. The powerful man. The man and woman in guns. People who can take lives of other in a matter of seconds. Yet, there was a man who won a prize for his picture a baby in africa who was laid in a middle of nowhere with hawks waiting so patient beside only to eat him. The man did nothing and later killed himself for not doing anything about the baby.
What haunted me the most is a picture about Kenya post-election conflict in January 2008. A few days ago, my very own best friend pledged for God`s mercy not to have her beloved one went to Kenya to work. She said, there were almost no decent food there. Its all in ruin. Nairobi turned into ashes. At that time, I was clueless in what she was saying. I tried to look at the internet. But fool me.. I find nothing but a news about the unrest after presidential election. I told her to calm down. Now.. after seeing a picture of 80-years old lady carried her own cat - the only belonging she has left - on the street of nairobi, I finally realize how bad it must be there. How hard it must be to let the one we love with all our heart to live in such a condition. The pictures just say.. It is days of living dangerously.
It is so ironic compare those pictures to all pictures shown during my global cooperation class. All of them are pictures on energy, renewable energy, nuclear energy, big cities, vast lighting, big cities, amazing energy-efficient building. But there is one thing missing from most of the pictures. PEOPLE! Yes.. people is vanishing in peaceful pictures. We are gone.. In another part of the world where peace is around and joyful life is present, people seems to become less significant.
How come people seems to be so important only in pictures while their life are actually worthless in real? Then how come people who is regarded so high in a peaceful part of the world eventually missing in pictures?
Came to think about it, I guess my mind just ruin in shambles. The more I try to understand, the more I get confuse. When I think that the idea of pacifism and cosmopolitan democracy - thanks to my sensei who gave an assignment to read David Held`s theory of democracy and world order, the world seems more hopeful. The happiness for all. But it is a utopia, right? The world seems to be divided into two afterall. Today and after.
Then I remember that everything in the world is always at balance. Ying and Yang, thay call it in Chinese wisdom. Man and Woman, Male and Female, Son and daugter, two pairs of eyes, two legs, two hands. So, can I make a premise that "whether there is a peace in several place, there will be war in others?" Can we have only peace? Like one nose, one mouth, one heart, and only one life. Now.. I guess I understand why the world can be so different in just two days. Because there is a balance. A balance that I never really understand when it comes to peace and war..
Tuesday, April 15, 2008
Islamophobia dan KTT OKI 2008
Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI) diselenggarakan di Senegal mulai 12-15 Maret 2008. KTT ini merupakan KTT OKI kesebelas dan pertama kali dilaksanakan di benua Afrika. Pertemuan dihadiri kepala negara dan kepala pemerintahan dari 57 negara termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Agenda pembicaraan dalam KTT OKI 2008 ini antara lain: (1) upaya meningkatkan citra Islam di dunia Barat terutama Amerika Serikat; (2) upaya memacu pertumbuhan ekonomi negara-negara miskin anggota OKI; (3) masalah perdamaian Timur Tengah, termasuk solusi atas konflik Palestina dan Israel; (4) masalah konflik Sudan dan Chad; (5) Islamofobia. Dari beberapa agenda tersebut, agenda yang dinilai paling penting adalah upaya membantu negara Afrika yang merupakan anggota OKI untuk keluar dari kemiskinan. Dalam kaitannya dengan upaya tersebut, sebenarnya sudah ada Islamic Solidarity Fund yang bernilai US$ 2,6 milyar dollar. Hanya saja, jumlah ini dinilai tidak cukup dan Presiden Wade sebegai Ketua KTT OKI untuk tiga tahun kedepan menghimbau jumlah ini ditingkatkan hingga mencapai US$ 10 milyar dollar.
Di akhir KTT, 55 delegasi anggota OKI menyepakati Dakar Declaration 2008. Intinya, deklarasi ini menegaskan upaya untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia, upaya untuk menghadapi segala tantangan yang kini menghadang umat Muslim sedunia (mengacu pada beberapa kasus yang dinilai mencoreng wajah umat Muslim seperti gambar Nabi di Koran Denmark), dan upaya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di negara-negara anggota OKI. Pencapaian lain dalam KTT ini adalah disepakatinya sebuah kode etik dan kerja yang baru untuk mendorong kredibilitas LSM / NGO kemanusiaan yang berafiliasi dengan OKI. Oleh karena itu juga, OKI sepakat untuk mendirikan pusat penanggulangan bencana alam di dalam badan OKI.
Diantara hasil keputusan dalam KTT OKI ke 11, keputusan negara OKI untuk menjaga perdamaian dan keamanan mendapat sorotan yang cukup besar. Pertama, hal ini berkaitan dengan pernyataan para pemimpin negara OKI yang mengutuk tindakan Israel yang tidak mematuhi Resolusi PBB mengenai berdirinya negara Palestina mendapat sorotan yang cukup besar. Hal ini tentu berkaitan dengan kemampuan negara OKI sendiri untuk memaksakan atau mendukung berdirinya negara Palestina.
Kedua, isu perdamaian dan keamanan yang kental juga mewarnai KTT dengan pernyataan tegas dari pemimpin negara OKI mengenai perbedaan terosisme dan okupasi. Terorisme dinilai sebagai hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Terorisme juga harus dibedakan dengan upaya sebuah bangsa untuk bebas dari kolonialisme (sekali lagi berkaitan dengan Palestina). Bahkan OKI menegaskan bahwa semua strategi untuk memerangi terorisme harus dilandasi dengan adanya pengakuan akar terorisme itu sendiri yaitu pendudukan asing, terorisme negara, ketidakadilan politik dan ekonomi serta penolakan atas hak menentukan nasib sendiri (right of self-determination).
Pernyataan tersebut mengesankan bahwa negara OKI seolah mengisyaratkan niat kuat dan kekuatan negara – negara OKI untuk melaksanakan butir-butir dalam deklarasinya. Padahal, keinginan kuat ini belum dibarengi dengan kondisi yang memungkinkan di tengah kuatnya hegemoni AS di Timur Tengah beberapa tahun belakangan ini, khususunya setelah invasi AS ke Afghanistan dan Irak. Maka, masih menjadi pertanyaan apakah butir-butir dalam Deklarasi Dakar 2008 bisa dilaksanakan atau tidak dalam beberapa tahun kedepan.Bagian yang justru paling menarik dari KTT ini adalah mencuatnya isu Islamophobia. Kata Islamophobia ini mengacu pada adanya satu ketakutan terhadap Islam dan atribut-atributnya. Islamophobia ditunjukkan dengan berbagai macam jenis. Dan salah satu yang paling terkenal tentu saja dengan membawa atribut Islam ke dalam kondisi "melawak" atau tidak sebenarnya. Upaya ini dinilai mendeskriditkan Islam atau untuk melanggar aturan yang sudah disakralkan oleh Islam. Apa buktinya? pemuatan gambar nabi di koran Denmark (sebanyak dua kali) dan terakhir, munculnya film pendek "Fitna" berdurasi 15 menit di Youtube. Kedua kejadian ini memancing reaksi yang sangat keras dari umat Islam di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, berbagai organisasi masyarakat Islam menggelar aksi protes. Ada yang demonstrasi besar-besaran, dan ada pula yang aksi damai
Kalau dicermati lebih dekat, sebenarnya aksi-aksi ini bisa jadi menguatkan Islamophobia itu sendiri. Karena apa? Masyakarat Muslim kemudian dikenal sebagai masyarakat yang bertemperamen keras, sejalan dengan aliran "teroris" yang banyak ditujukan kepadanya. Respon keras itu dinilai sebagai bagian dari ajaran kekerasan yang terkandung dalam Islam. Sungguh ironi memang..sebuah seruan protes dinilai sebagai kekerasan itu sendiri. dan cara ini malah makin memperkuat Islamophobia.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah kejadian-kejadian ini murni bikinan orang yang terkena Islamophobia atau "proyek" belaka? Kecurigaan adanya proyek ini bisa dikaitkan dengan tesis "the clash of civilization" yang dikeluarkan oleh Samuel Huntington hampir satu dekade lalu. Huntington berteori bahwa akan konflik modern bukan lagi konflik kepentingan negara seperti yang disaksikan dalam perang dunia 1 atau 2, melainkan konflik antar kebudayaan. Bisa jadi konflik antara budaya Timur dan Barat, atau bisa pula Budaya Islam dan Kristen. Lantas, apa kemunculan Islamophobia ini murni atau proyek lanjutan dari tesis Huntington? Kita akan membahas ini di tulisan selanjutnya
Salam damai semua ^_^
Friday, April 4, 2008
Sekelumit cerita masa lalu dari Aceh
Pak Sofyan cerita kalo kata "Indonesia" bukan ditemukan di abad 19 seperti yang orang banyak bilang. Salah satu pemuka Aceh sudah memakai kata itu jauh sebelumnya, tepatnya ditahun 1866. Cukup awal dibanding ucapan Ki Hajar Dewantara yang baru memunculkan kata Indonesia di tahun 1913. Dan baru di tahun 1920, Pak Hatta menyebutkannya di belakang kata apa gitu - kayanya bahasa Belanda - yang sama sekali ga bisa gw inget. Yaaahh...maklumlah, diriku bukan terlahir sebagai noni belanda.
Kecintaan orang Aceh terhadap bumi Indonesia kembali dibuktikan ketika 4 pemuka Aceh menolak tawaran untuk membentuk negara Sumatera. mereka masih berpegang teguh pada keyakinan untuk bergabung di negara Indonesia yang dipimpin oleh pak Karno. Sungguh kecintaan luar biasa yang kemudian dibuktikan dengan pemberian 2 pesawat seulawah. Gw rasa, semua orang dah tahu ya cerita ini..
cerita selanjutnya pun gw rasa sudah menjadi rahasia umum. Negara ini melakukan pengkhianatan terburuk dalam sejarahnya dengan menjadikan Aceh di bawah propinsi Sumatera Barat, dan tidak mengindahkan Aceh yang berstatus daerah istimewa. Sungguh tragedi yang sangat memilukan..Babak selanjutnya juga terpampang nyata. Gam, darurat militer, konflik berdarah dan kemudian ditandatanganinya Perjanjian Helsinki untuk mengakhiri peristiwa berdarah di Aceh.
Gubernur Aceh sekarang adalah mantan juru bicara GAM. Senjata GAM yang diserahkan adalah yang sudah kadaluwarsa, Aceh sudah secara tegas menerapkan syariat Islam. Bagaimana cerita selanjutnya??
saya persilahkan anda semua untuk menyusun teori konspirasi masing-masing...karena Tuhan memiliki rahasia-Nya sendiri..
